Shenjingzhe
Mars... cerita sekumpulan orang sakit jiwa yang dibikin happy end. (nada bicara ala suara Qing Luo yang membuka setiap serial MARS)
Ok, pernyataan di atas emang bisa bikin aku disambit oleh para penggemar serial MARS. Tapi apa boleh buat, emang itu yang aku rasakan setelah aku selesai nonton serial drama Taiwan ini. Andai aku tahu jalan ceritanya dan tokoh2nya seperti itu, mungkin sudah lama aku pinjam serial ini dari rental langgananku. Dan bukannya sekarang baru nonton, itu pun karena muridku yang berinisiatif untuk meminjami aku.
Jadi aku merasa serial ini menarik karena tokoh2nya yang -menurutku- sakit jiwa semua? Betul. Dan mungkin justru karena happy endingnya itu lho. Solusi gampang untuk orang2 sakit jiwa, yang I believe jauh banget dari kenyataan. I wish emang bisa sesederhana itu.
Lalu orang sakit jiwa mana yang bisa tertarik sama serial yang -katanya- penuh dengan orang sakit jiwa? Well, you're looking at her (writing). Hihihihiiii.... Suowei xue-xinlixue-zhe jiushi shenjingzhe (= orang yang belajar psikologi itu adalah orang yang sakit jiwa) itu ada benarnya. Ada benarnya lho, bukan selalu demikian adanya.
Jadi, kamu gila?
Ah, gila sih tidak. Sakit jiwa sih mungkin.
Apa bedanya?
Kalo aku gila, mungkin aku sudah melakukan dengan menyolok hal2 ekstrim nan destruktif yang gak bisa diterima orang banyak.
Tapi kamu bukannya sedang melakukan hal itu?
Hm?
Mengaku sakit jiwa bukannya tindakan menyolok yang gak bisa diterima banyak orang?
Hihihihihiiiii.... Betul juga sih. Yah, setidaknya aku masih lebih waras kalo dibandingkan dengan para biantai (= maniak) yang mengaku sebagai orang normal macam ayah tiri Qing Luo itu.
....
Ok, pernyataan di atas emang bisa bikin aku disambit oleh para penggemar serial MARS. Tapi apa boleh buat, emang itu yang aku rasakan setelah aku selesai nonton serial drama Taiwan ini. Andai aku tahu jalan ceritanya dan tokoh2nya seperti itu, mungkin sudah lama aku pinjam serial ini dari rental langgananku. Dan bukannya sekarang baru nonton, itu pun karena muridku yang berinisiatif untuk meminjami aku.
Jadi aku merasa serial ini menarik karena tokoh2nya yang -menurutku- sakit jiwa semua? Betul. Dan mungkin justru karena happy endingnya itu lho. Solusi gampang untuk orang2 sakit jiwa, yang I believe jauh banget dari kenyataan. I wish emang bisa sesederhana itu.
Lalu orang sakit jiwa mana yang bisa tertarik sama serial yang -katanya- penuh dengan orang sakit jiwa? Well, you're looking at her (writing). Hihihihiiii.... Suowei xue-xinlixue-zhe jiushi shenjingzhe (= orang yang belajar psikologi itu adalah orang yang sakit jiwa) itu ada benarnya. Ada benarnya lho, bukan selalu demikian adanya.
Jadi, kamu gila?
Ah, gila sih tidak. Sakit jiwa sih mungkin.
Apa bedanya?
Kalo aku gila, mungkin aku sudah melakukan dengan menyolok hal2 ekstrim nan destruktif yang gak bisa diterima orang banyak.
Tapi kamu bukannya sedang melakukan hal itu?
Hm?
Mengaku sakit jiwa bukannya tindakan menyolok yang gak bisa diterima banyak orang?
Hihihihihiiiii.... Betul juga sih. Yah, setidaknya aku masih lebih waras kalo dibandingkan dengan para biantai (= maniak) yang mengaku sebagai orang normal macam ayah tiri Qing Luo itu.
....

<< Home