Kind Hearted [Strange] People
.... Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
Sounds familiar? Yeah, for some of you jangan2 kata2 ini malah sudah hapal di luar kepala yah. Do you really know what those words mean? Do I really know what those words mean?
Kemarin ada satu kejadian agak aneh yang membuatku teringat pada kata2 ini. Lalu merenung... apa sih yang dimaksud dengan baik? Apa sih yang dimaksud dengan jahat? Kamu baik karena kamu tidak mengganggu orang lain? Kamu jahat karena kamu mengganggu orang lain? Atau kamu baik karena nilai2 baik yang dipegang oleh orang di sekitarmu match dengan tindak tandukmu? Thus sebaliknya kamu jahat or at least aneh karena tindak tandukmu tidak match dengan nilai2 yang dipegang oleh orang2 di sekitarmu?
Kejadian kemarin yang aku bilang itu terjadi waktu aku mau menyeberang jalan seusai belanja di supermarket. I was on the way ke rental VCD langgananku, mau balikin VCD. Waktu itu ada seorang cewek melintas tergesa2 di belakangku, lalu berdiri di sebelah kananku sambil memperhatikanku. Wajahnya nyaris tanpa ekspresi, yang justru sepertinya disebabkan oleh terlalu banyak hal yang dipikirkannya. Tapi di luar dugaan justru pemilik wajah oriental itu malah langsung menyapaku, "Mau nyebrang ya, mbak?"
Aku mengangguk saja, sedikit takjub ketika menangkap ekspresi wajah dan pertanyaannya itu.
"Ayo," katanya lebih pelan dari kalimat pertamanya. Lalu tiba2 menggenggam pergelangan tangan kananku dan langsung membawaku membelah jalan yang jauh dari sepi. Aku ya menurut saja. Sedikit miris dengan lampu2 mobil yang begitu dekat dengan kami.
Sampai di jalur hijau dan ketika hendak menyeberang jalur kendaraan yang berlawanan arah, cewek itu pindah ke sebelah kiriku. Dia kembali menggenggam pergelangan tangan kiriku lalu membelah jalan yang sedikit lebih sepi dari jalur sebelumnya.
Sampai di seberang jalan, cewek itu yang kini berjalan di depanku sempat menolehkan kepala. Entah kenapa aku kok sense bahwa dia melakukan itu cuma karena ingin melihat ekspresiku. So I thanked her dengan tersenyum cukup lebar. Dan wajahnya masih tetap tanpa ekspresi. Dia tidak membalas ucapan terima kasihku. Dia tidak tersenyum, tidak mengangguk atau memberikan reaksi sekecil apapun. Dia segera memalingkan mukanya, lalu meneruskan langkahnya dengan terburu2.
Aku yang kini agak tertinggal di belakangnya, jadi tersenyum geli sendiri. Cewek itu benar2 memperlakukan aku seperti anak kecil atau orang tua yang perlu dibimbing ketika harus menyeberang jalan. Dia jelas tipe orang yang perhatian. Tapi kenapa dia melakukan itu semua dengan begitu tanpa ekspresi?
Karena penasaran, sambil terus berjalan aku memperhatikan mau ke mana cewek itu sebenarnya. Dan dia menghilang ke dalam restoran di samping rental VCD langgananku. Ah, laoban niang (= bos cewek) restoran itu barangkali ya?
You see, mungkin bagi sebagian orang, diseberangkan oleh cewek itu merupakan pengalaman yang sedikit mengerikan. Orang aneh, begitu mungkin pikir mereka. As for me, aku juga sebenarnya menganggap cewek itu sedikit aneh, but she's kind hearted. Itu yang paling penting. Itu yang paling utama. So for some people, cewek itu mungkin bisa dianggap jahat. Dan buat orang lain, cewek itu adalah orang baik. Jadi, apa itu jahat? Apa itu baik?
Well, aku tahu sih Nilai2 Kebenaran yang sebenarnya. Tapi lebih dari sekali aku melihat para pemegang Nilai Kebenaran itu, bahkan pemimpin2 tingginya, memutarbalikkan Nilai Kebenaran itu hingga jadi nilai2 kebenaran (yang match dengan maunya mereka). Kalau sudah kayak begini gak heran makin timbul pertanyaan : Apa itu baik? Apa itu jahat?
I wish jawabannya bisa benar2 hitam putih. But, obviously jelas tidak sesederhana itu. Dari yang sudah aku alami sendiri, ternyata kebaikan itu bisa muncul dalam bentuk yang tidak umum. Lalu karena tidak umum, apa itu tidak bisa dikategorikan baik? Bukankah cewek yang aku ceritakan itu termasuk luar biasa? Dalam kondisi yang sepertinya sedang banyak masalah itu, justru dia tetap menunjukkan kebaikannya. Bukankah dia jauh lebih baik dari pada para pemimpin tinggi yang ai mianzi (= jaim) tapi bukan main busuknya di dalam?
Sang Kebenaran melihat hati lho. Dan aku pingin bisa seperti Dia. Apapun kondisi orang yang bersangkutan, kalo memang ada kebaikan yang terpancar dari hatinya, aku pingin bisa menangkap itu dan menunjukkan penghargaanku padanya. Sebaliknya, kalo orang yang bersangkutan bertingkah dan bertampang seperti malaikat, tapi hatinya penuh kebusukan; aku juga ingin bisa menangkap itu dan... well, selanjutnya tergantung Sang Kebenaran menyuruhku bersikap bagaimana.
Sounds familiar? Yeah, for some of you jangan2 kata2 ini malah sudah hapal di luar kepala yah. Do you really know what those words mean? Do I really know what those words mean?
Kemarin ada satu kejadian agak aneh yang membuatku teringat pada kata2 ini. Lalu merenung... apa sih yang dimaksud dengan baik? Apa sih yang dimaksud dengan jahat? Kamu baik karena kamu tidak mengganggu orang lain? Kamu jahat karena kamu mengganggu orang lain? Atau kamu baik karena nilai2 baik yang dipegang oleh orang di sekitarmu match dengan tindak tandukmu? Thus sebaliknya kamu jahat or at least aneh karena tindak tandukmu tidak match dengan nilai2 yang dipegang oleh orang2 di sekitarmu?
Kejadian kemarin yang aku bilang itu terjadi waktu aku mau menyeberang jalan seusai belanja di supermarket. I was on the way ke rental VCD langgananku, mau balikin VCD. Waktu itu ada seorang cewek melintas tergesa2 di belakangku, lalu berdiri di sebelah kananku sambil memperhatikanku. Wajahnya nyaris tanpa ekspresi, yang justru sepertinya disebabkan oleh terlalu banyak hal yang dipikirkannya. Tapi di luar dugaan justru pemilik wajah oriental itu malah langsung menyapaku, "Mau nyebrang ya, mbak?"
Aku mengangguk saja, sedikit takjub ketika menangkap ekspresi wajah dan pertanyaannya itu.
"Ayo," katanya lebih pelan dari kalimat pertamanya. Lalu tiba2 menggenggam pergelangan tangan kananku dan langsung membawaku membelah jalan yang jauh dari sepi. Aku ya menurut saja. Sedikit miris dengan lampu2 mobil yang begitu dekat dengan kami.
Sampai di jalur hijau dan ketika hendak menyeberang jalur kendaraan yang berlawanan arah, cewek itu pindah ke sebelah kiriku. Dia kembali menggenggam pergelangan tangan kiriku lalu membelah jalan yang sedikit lebih sepi dari jalur sebelumnya.
Sampai di seberang jalan, cewek itu yang kini berjalan di depanku sempat menolehkan kepala. Entah kenapa aku kok sense bahwa dia melakukan itu cuma karena ingin melihat ekspresiku. So I thanked her dengan tersenyum cukup lebar. Dan wajahnya masih tetap tanpa ekspresi. Dia tidak membalas ucapan terima kasihku. Dia tidak tersenyum, tidak mengangguk atau memberikan reaksi sekecil apapun. Dia segera memalingkan mukanya, lalu meneruskan langkahnya dengan terburu2.
Aku yang kini agak tertinggal di belakangnya, jadi tersenyum geli sendiri. Cewek itu benar2 memperlakukan aku seperti anak kecil atau orang tua yang perlu dibimbing ketika harus menyeberang jalan. Dia jelas tipe orang yang perhatian. Tapi kenapa dia melakukan itu semua dengan begitu tanpa ekspresi?
Karena penasaran, sambil terus berjalan aku memperhatikan mau ke mana cewek itu sebenarnya. Dan dia menghilang ke dalam restoran di samping rental VCD langgananku. Ah, laoban niang (= bos cewek) restoran itu barangkali ya?
You see, mungkin bagi sebagian orang, diseberangkan oleh cewek itu merupakan pengalaman yang sedikit mengerikan. Orang aneh, begitu mungkin pikir mereka. As for me, aku juga sebenarnya menganggap cewek itu sedikit aneh, but she's kind hearted. Itu yang paling penting. Itu yang paling utama. So for some people, cewek itu mungkin bisa dianggap jahat. Dan buat orang lain, cewek itu adalah orang baik. Jadi, apa itu jahat? Apa itu baik?
Well, aku tahu sih Nilai2 Kebenaran yang sebenarnya. Tapi lebih dari sekali aku melihat para pemegang Nilai Kebenaran itu, bahkan pemimpin2 tingginya, memutarbalikkan Nilai Kebenaran itu hingga jadi nilai2 kebenaran (yang match dengan maunya mereka). Kalau sudah kayak begini gak heran makin timbul pertanyaan : Apa itu baik? Apa itu jahat?
I wish jawabannya bisa benar2 hitam putih. But, obviously jelas tidak sesederhana itu. Dari yang sudah aku alami sendiri, ternyata kebaikan itu bisa muncul dalam bentuk yang tidak umum. Lalu karena tidak umum, apa itu tidak bisa dikategorikan baik? Bukankah cewek yang aku ceritakan itu termasuk luar biasa? Dalam kondisi yang sepertinya sedang banyak masalah itu, justru dia tetap menunjukkan kebaikannya. Bukankah dia jauh lebih baik dari pada para pemimpin tinggi yang ai mianzi (= jaim) tapi bukan main busuknya di dalam?
Sang Kebenaran melihat hati lho. Dan aku pingin bisa seperti Dia. Apapun kondisi orang yang bersangkutan, kalo memang ada kebaikan yang terpancar dari hatinya, aku pingin bisa menangkap itu dan menunjukkan penghargaanku padanya. Sebaliknya, kalo orang yang bersangkutan bertingkah dan bertampang seperti malaikat, tapi hatinya penuh kebusukan; aku juga ingin bisa menangkap itu dan... well, selanjutnya tergantung Sang Kebenaran menyuruhku bersikap bagaimana.

<< Home