<<ABOUT :: PIECES OF MIND :: SPIRITUAL THOUGHT :: CIRCLE OF THOUGHTS

Thursday, October 20, 2005

Different Way to Write

Bulan Oktober, dan baru lepas dari pertengahan, tapi sudah mulai hujan. Tumben. Tapi ya baguslah. Paling nggak Surabaya jadi nggak sepanas biasanya. Hari ini sih, sampai tulisan ini di-upload, belum turun hujan satu tetes pun. Cuma mendung dan sedikit guruh di kejauhan. Wo zong pan xia yu, ke xia le yihou zong juede bu haogan (= aku selalu merindukan turun hujan, tapi setelah turun hujan, selalu punya perasaan gak enak). Gak tahu kenapa. Padahal biasanya cuaca kayak gini ini sangat membangkitkan ide dan mood untuk menulis.

Akhir2 ini aku juga punya banyak ide tulisan fiksi nih. Kayaknya aku benar2 terpengaruh dengan film Final Fantasy VII: Advent Children itu deh. Beberapa ide ceritaku banyak dipengaruhi oleh film ini. Dan karena sumber ide cerita fiksi ini sudah terbuka, ide2 cerita fiksi yang bergenre lain dengan FF VII juga ada yang muncul. Drama, komedi, romance, persahabatan.... Weh! Nggak biasa2nya nih....

Tapi aku jauh dari PD tuh untuk menuliskan ide2 cerita itu. Meskipun kecintaanku pada dunia tulis bermula dari menulis cerita2 fiksi, tapi aku merasa sama sekali nggak berbakat di bidang cerita fiksi. Aku lebih PD dan familiar dengan gaya menulis yang menuturkan jalan pikiranku. Ini pasti bermula dari background menulis journal yang sudah lama aku lakukan sebelum aku punya journal di internet.

Ada satu hal lagi yang rasanya akan membuat aku susah untuk menjadi penulis fiksi yang produktif. Ketika aku mau menulis sesuatu, aku tuh tidak pernah tahu alur detil dan ending dari setiap tulisanku. Aku cuma dapat idenya, lalu memulai menulis dan terus menulis mengikuti arus yang timbul dan baru berhenti ketika arusnya reda. Karena itu bagiku menulis adalah suatu petualangan. Nah, seorang petualang bisa tahu mengapa dia pergi bertualang, tapi dia tidak bisa mengontrol petualangannya atau endingnya kan? Yah, mungkin karena itulah aku nggak pernah bosen menulis ya. Writing really is an adventure for me. Mengetahui ending tulisanku sedikit banyak mempengaruhi semangatku untuk bertualang. Lha kalo kamu sudah tahu akhir petualanganmu kayak apa, ngapain juga kamu pergi bertualang?

Itu menjelaskan kenapa ide2 cerita fiksi yang aku dapat kebanyakan hanya berupa potongan2 adegan, satu bagian cerita dari sebuah cerita, atau profile dari para lakonnya. Hampir selalu (but not always) potongan adegan atau satu bagian cerita itu berhubungan dengan lagu2 yang sedang aku dengarkan. Jadi sebuah lagu bisa dengan cepat memunculkan sebuah ide cerita fiksi. Lalu aku akan mencari lagu2 lain untuk mendukung ceritaku itu, dan men-save-nya dalam sebuah playlist dengan menggunakan Windows Media Player-ku. Setiap lagu dalam playlist mendukung adegan2 yang berbeda2 yang sesuai dengan jalur cerita.

Contoh? Mampir aja ke sini. Ide cerita ini aku muat di halaman Pieces of mind semata2 cuma karena pingin kasih contoh lho. Masih sama sekali nggak PD untuk menuliskan ide2 cerita fiksiku neh.

Kalau kalian sudah mampir ke sana, kalian akan lihat kalo cerita yang aku tulis cuma berupa alur cerita yang tidak detil. Kalo tertulis mungkin memang sanggupnya seperti itu. Tapi kalo aku sedang "membaca" cerita2 fiksi itu, maka tentu saja jauh lebih detil. Yang aku maksud "membaca" di sini adalah memvisualisasikan cerita itu dalam pikiranku, sambil mendengarkan lagu2 yang bersangkutan. Visualisasi itu lepas jauh dari sekedar deretan kata2 yang umum itu, jadi jauh lebih hidup, berwujud gambar2 yang bergerak. Biasanya aku melihatnya dengan angle2 kamera seperti dalam film, atau kadang dengan setting drama panggung. Tidak pernah aku melihatnya dari sudut pandang manusia biasa kalau sedang melihat suatu kejadian.

Kalau saja aku "tahan" untuk menghasilkan cerita fiksi yang utuh dan bermutu, mungkin aku sudah banyak menghasilkan skenario film atau drama ya. Aku ingat pernah ada satu kejadian waktu temenku, xiaomei, yang memang jago menulis cerita fiksi (khususnya naskah drama), memintaku untuk memberi masukan untuk naskah dramanya. I really enjoy doing it, you know. Alur ceritanya sudah ada, dan ada ruang visualisasi yang luas untuk dijelajahi. Memvisualisasikan cerita itu, dan juga sambil menemukan kemungkinan2 endingnya sungguh suatu petualangan yang seru bagiku. I wish I can do more of this thing. Mungkin gak ya? =)