<<ABOUT :: PIECES OF MIND :: SPIRITUAL THOUGHT :: CIRCLE OF THOUGHTS

Monday, September 12, 2005

Komitmen Itu Butuh Tantangan

Well, akhirnya kecolongan juga kan. Eh nggak bisa dibilang kecolongan juga sih, lha wong aku sendiri yang memutuskan untuk begitu. I'm talking about membangun habit menulis. Hari Sabtu barusan aku nginep lagi di rumah dajie. Pertamanya dajie minta tolong aku untuk ngurus anjing, sementara dia pergi kursus. Aku ho oh wae, malah jadi merasa punya hak untuk ke sana karena dimintai tolong. Hari itu kan tadinya aku dah hampir pasti nggak akan ke sana. Nah, karena aku ke sana itulah dua hari ini aku jadi nggak posting artikel di journal.

Aku bukan nyalahin dajie lho. Like I said, aku sendiri yang memutuskan untuk begitu. Dajie memang minta tolong, tapi kan dia nggak suruh aku nginep? Aku memang nggak ada persiapan nginep juga sih. Tapi itu sih sama sekali nggak menghalangi kemunculan niat nginep. Apalagi kalo dah mendampingi ponakanku maen game. Betul lho, aku cuma mendampingi maen dan cuma sebentar aja sempat maen sendiri. Ceritanya mesti mendampingi karena aku baru dapat walkthrough-tips-tricks untuk game FF X2 yang lagi kita mainin. Dan itu dalam bahasa Inggris, ponakanku kan bu dong (=nggak ngerti) lah. Jadi aku nerjemahin, ujung2nya nginep deh. Kemarin sebenarnya aku bisa posting sih. Tapi karena aku nunda2 ngoreksi PR mahasiswi2ku, akhirnya nggak keburu lagi. Ketika aku kelar ngoreksi, harinya dah ganti jadi Senin. Weleh!

So, you see itu sih salahku sendiri lah bisa sampai dua hari gak posting. Minggu ini aku harus lebih rapi ngatur semuanya ah. Apalagi tadi pagi kan dua kelas yang aku pegang barusan tes, trus mereka juga ngumpulin tugas PR dua bab (jadi dua bab juga karena imbas aku nunda2 koreksian itu). It means banyak kerjaan. Aku pinginnya sih tugas koreksian itu beres dalam minggu ini juga. Jadi pas hari Minggu aku masih sempat posting.

Kesimpulannya : so far yang sukses itu baru target baca buku dan denger kaset kotbah. Hari Minggu aku menyelesaikan buku Ibuku Guruku yang rencana semula pingin aku selesaikan pas hari Sabtu. Sedikit meleset, tapi masih nggak lewat dari batas seminggu satu buku. Sedangkan kaset kotbahnya sudah aku selesaikan sejak hari Kamis. Soal komitmen nulis? Well, kalo memang dah tahu aku suka nginep dadakan gitu, sebaiknya aku membiasakan diri untuk menulis journal di buku terlebih dulu baru diposting kemudian. Pokoknya komitmen nulis harus jalan terus.

Lalu apa udah ada dampak dari komitmen2 ini? Yang paling nyolok sih munculnya ledakan minat untuk membaca. Aku bahkan pernah begadang sambil baca buku. Tapi karena aku prefer membaca sambil merenung, aku gak terlalu sering begadang sambil baca. Nanti bukannya merenung malah bablas tidur. Heheheeee.... Sekarang aku juga selalu menyediakan satu buku dalam tasku. Tapi ini bukan buku yang aku targetkan untuk selesai dalam minggu itu. Buku yang aku bawa ini biasanya aku pilih yang topiknya agak ringan, bentuknya kecil dan agak tipis. Tapi tetap aja bukan komik atau fiksi lho. Aku sekarang malah cenderung menjauhi komik tuh. Soalnya aku nangkap gelagat kalo aku sampe nyewa komik lagi, itu bakal mengacaukan habit membacaku.

Aku juga mulai punya mental nyicil pekerjaan yang ada. I guess yang ini datang dari komitmen baca buku 50-70 halaman per hari ya? Tapi aku bilang mentalnya baru mulai terbentuk. Hai zao zhe ne (=belum apa2). We'll see. Komitmen baca 50-70 halaman per hari ini juga mendongkrak jumlah buku yang pingin aku selesaikan dalam seminggu. Tergantung tebal tipisnya buku, bisa aja aku menyelesaikan 1-4 buku dalam satu minggu. Tapi kalo memang jumlah bukunya banyak, aku prefer memilih topik yang masih berdekatan. Ini supaya isi buku yang aku baca sempat bener2 meresap di hatiku (wadoh, bahasanya!! =p), gak karena terlalu banyak macem trus ilmunya cuma numpang lewat aja.

You see? Ternyata komitmen ini banyak bawa kebaikan buat aku. Yang jelas bisa membangun beberapa segi dari diriku sekaligus. Dapat pengetahuan plus membangun mental dan spirit yang positif (wadoh lagi!! Huahahaaa....). Mungkin ada yang beranggapan wo zi zhao mafan (=merepotkan diri sendiri) ya? Nggak juga lah. Biasa aja. Aku cukup enjoy melakukannya kok. Lagipula bikin komitmen itu kalo nggak ketemu tantangan nggak bakal seru. Soalnya komitmen aja tuh nggak akan cukup untuk membuat pribadi kita bertumbuh. Yang bikin kita bertumbuh itu cara kita handle tantangan2 yang muncul setelah bikin komitmen.

====================================================
This Week Books List :
1. Menghancurkan Roh Izebel, by Yulius Donald, Penerbit Buku dan Majalah Rohani (PBMR) ANDI
2. Mengatasi Luka Batin & Kemarahan, by Dwight L. Carlson, M.D., Gospel Press
Tambahan :
1. Haruskah Aku Melajang, by Kathleen Hardaway, Shaina (Komunitas Penerbitan Gloria)

The Next Week Book List :
1. Seri Konseling : Kesembuhan Emosi, by David A. Seamands, Yayasan Kalam Hidup
2. Seri Konseling : Kesembuhan Memori, by David A. Seamands, Yayasan Kalam Hidup