<<ABOUT :: PIECES OF MIND :: SPIRITUAL THOUGHT :: CIRCLE OF THOUGHTS

Wednesday, June 01, 2005

New Dog on The Block

Note June 3, 2005 : Hari ini berhasil dapat fotonya Nelly. Susah juga lho, soalnya dia tipe yang gak suka difoto.

This is her best look.

Kemarin pagi tuh aku bangun karena kehebohan nyokap yang berusaha nangkap seekor burung Sri Bombok yang nyasar ke halaman belakang. Apa -mbok? Heheee.... Sri Bombok itu sejenis burung ukuran sedang, sebangsa bangau, yang kalau diliat dari paruhnya jelas pemakan ikan. Masih tidak tahu? Kalo lagi ke kebon binatang, pernah gak dengar suara KHUNG! KHUNG! KHUNG! KHUUNG!! Keras banget kayak suara monyet. Itulah suara burung Sri Bombok ini. Dahsyat ya?

Nah, dari kejadian inilah aku jadi kenal seekor anjing baru on our street. Nyokap yang pertama kali liat anjing itu. Sementara dia sibuk mau ngasih burungnya - yang berhasil ditangkap - ke salah satu tetangga, aku segera ngeloyor menghampiri anjing baru itu.

As usual sikap anjing di Indonesia, dia nggak langsung mau mendekat. Waktu sibuk panggil2 dia, malah Poppy II yang lari full speed ke arahku dari rumahnya. Tumben Poppy mau pergi sejauh itu, biasanya nggak mau tuh. Poppy langsung sibuk ngajak main anjing baru itu. Menggigit dan menarik2nya, bikin anjing itu tidak bisa bebas bergerak. Jadi aku malah bisa makin mendekati dia. Mengulurkan tangan untuk dia cium2. Beberapa kali dia bergerak menjauh dariku. Sampai akhirnya berhasil aku pegang dan elus2 kepalanya. Dia makin rileks setelah aku menggaruk2 leher di bawah dagunya.

Gak lama, justru anjing baru itu meladeni si Poppy sambil mepet ke aku yang jongkok di tanah. Aku membiarkan mereka berdua sibuk main. Cuma sesekali tepuk2 salah satu dari mereka. Lalu mulai mengamati detil si anjing baru.

Anjing ini agak gede. Tiga kalinya badan Poppy II. Berbulu coklat muda dengan moncong hitam. Ekpresi mukanya mengingatkan aku pada anjingku Mina. Soalnya anjing yang punya nama Nelly ini juga bisa mengerutkan kening sampe kulit di sekitar keningnya benar2 terlihat berkerut. Dia sedikit kurus, dan berperawakan seperti anjing jantan. Dia tipe anjing tenang yang sedikit pemalu.


Notice dahinya yang berkerut? Bete kali ya soalnya aku potreti terus. =p

Menurut pemiliknya, anjing ini biasanya takut sama manusia. Karena waktu masih dipelihara ama pemiliknya yang dulu, dia suka menggonggongi orang dan karena itu sering dipukul. Entah kapan anjing itu diberikan kepada pemilik yang sekarang. Mungkin belum lama ya, karena sebelumnya aku nggak pernah liat anjing itu.

Sama seperti Poppy II, Nelly juga segera benar2 takluk ke aku. Malah dia - dan Poppy II juga - sempat mengikuti aku sampai ke rumah. Tentu saja mereka berdua masuk, malah sampai ke dalam kamarku segala. Aku sempat kasih makan mereka berdua. Nelly jelas hanya suka daging, sedang si Poppy II pemakan segala. =p Tadinya aku mau motret mereka berdua, sayang batere recharge ku lagi habis. Besok kalo ketemu mereka berdua lagi, aku pasti motret mereka. Nanti aku upload deh.

What's the big deal about seeing a new dog? Yah, basically aku emang mata anjing-an. Heheheeee.... Maksudnya langsung tertarik kalo liat ada anjing, any kind of dogs (kecuali toy dogs). I will always try to make friends with them. Sampe berhasil aku elus2, pegang2 dan even sampai level anjingnya mau digendong. Baik Poppy II maupun Nelly, sudah mau aku gendong tanpa berontak sedikit pun.

Sometimes aku merasa anjing itu jauh lebih gampang untuk diajak berteman. Mereka tulus, setia dan apa adanya. Kalo dia nggak suka atau nggak percaya, ya dia nggak akan mau dekat2. Tapi sekalinya percaya, dia bisa jauh lebih girang ketemu aku dibanding ketemu ama pemiliknya. Mereka juga polos dan ekspresif menunjukkan perasaannya. Poppy II misalnya, waktu dia mulai akrab denganku, beberapa kali dia menghampiri aku lalu berbaring telentang di dekatku. Sikap penyerahan diri. Nelly juga begitu. Meskipun dia tidak seheboh Poppy II, tapi sikapnya yang langsung mengikuti aku pulang itu juga menunjukkan kalo "aku percaya dan senang sama kamu". Anjing tahu apakah orang yang dia hadapi itu senang anjing atau tidak. Kalo orang itu senang anjing, jelas si anjing akan lebih mudah lulut (bersikap jinak dan menurut) pada orang itu.

Mungkin bagi orang2 di daerah rumahku, sikapku yang sangat akrab dengan anjing2 yang bukan milikku itu, terlihat aneh. Sebaliknya, sikap orang2 yang takut pada anjing2 itu - bahkan anjingnya nggak ngapa2in tapi sudah mau disambit - juga aku anggap aneh.

You can tell kok apa anjing itu sekedar ingin tahu aja atau emang bener galak. Just look at her or his eyes. Anjing punya ekspresi yang bisa kamu lihat dari matanya. Kamu bisa tahu apa dia sedang gembira, malu2, protes, pingin nangis, atau emang "ha! ada mangsa tuh". Kalo yang ekspresi terakhir ini sih, aku juga bakal jaga jarak dan bersikap siaga. Anjing memang ada yang beneran galak, tapi jangan semua dianggap galak dong.

Tapi ya susah juga. Kayaknya orang Indonesia itu kan takut disentuh anjing ya? Padahal anjing selalu menunjukkan emosi dengan menyentuh. Entah dengan menubruk orang yang dia sukai, menjilat2 muka atau tangan, loncat2 sambil kaki depannya disandarkan ke badan kita, dan menggigit tangan atau kaki kita.

Menggigit? Jangan seram duluan dong. Heheheeee.... Gaya menggigitnya main2 kok. Sama sekali tidak akan melukai kita. Soalnya begitulah gaya anjing bermain. Perhatikan saja kalo ada dua anjing sedang bermain. Caranya ya dengan saling gigit atau tarik2 dengan moncong. Tidak dengan kekuatan penuh tentunya. Dia akan menerapkan gaya yang sama ketika mengajak main manusia. Tapi yang tidak suka kena liur anjing tentunya nggak akan suka ya.

Well, kemarin aku cukup senang setelah ketemu anjing2 itu. Entah kenapa aku tidak pernah sesenang itu kalo yang aku temui itu manusia. Sometimes I wish manusia itu bisa lebih seperti anjing yang punya banyak karakter positif. So one day kalo aku bilang ke kamu "kamu kayak anjing ya", nggak usah repot2 ngamuk. That's the biggest compliment you can get from me lho. Artinya kamu manusia berkarakter positif.