<<ABOUT :: PIECES OF MIND :: SPIRITUAL THOUGHT :: CIRCLE OF THOUGHTS

Saturday, May 21, 2005

102 Bolu Kukuses

Ini sih jelas bukan judul film (102 Dalmatians, remember?). These bolu kukuses, 102 of them, aku bikin seorang diri nyaris tanpa bantuan. O yea, jintian wo xia chu [hari ini aku masuk dapur]. Mei xiang dao ba? [Nggak kebayang ya?]

102 bolu kukuses, sempat diawali sedikit insiden sebelum aku mulai membuatnya. Siapa penyebabnya, kita tahu deh siapa. Tapi hari ini aku sepertinya menekan tombol yang tepat, hingga membuat dia nggak bisa berkata2. Alkisah, aku diomeli karena belum juga mulai bikin. Well, I was tired. Karena beberapa hari ini depresi berat dan tidur cuma sekitar 3-5 jam per hari. Aku pun segera menghilang dari hadapannya setelah dia mulai mengucapkan kalimat2 omelan pertamanya. Eh, dia masih terus ngomel.

Kalo ada masalah itu mbok ngomong. Jangan prengat-prengut terus.

~ [Yea? Do you REALLY WANT TO KNOW what's the real problem is? Guess what : it's YOU!]

Kok kayak anak umur 13 tahun aja.... Yada-yada-yada-bla-bla....

~ [I snapped.] WIS TO!

Lha kamu mesti gitu. Nggak pernah mau tinggal untuk dengerin.

~ Nada kayak gitu ngapain didengerin?

Suddenly, it was silent. Sedikit aneh rasanya. She didn't talk back. And I was strangely feeling a bit senang about it. I knew what had happened sih. I hit her right on the right spot. She knew I was right.

Tapi tidak akan ada kata maaf yang terucapkan lah, oh that's not going to happen. Permintaan maaf ala dia itu hanya lewat melunaknya sikap dan kata2nya. Lalu beberapa hal kecil lainnya, kayak membantu memasangkan paper cup ke cetakannya bolu kukus. Memindahkan bolu kukus yang sudah jadi ke wadahnya.

Dan aku juga tidak merespon balik yang berlebihan. Apalagi aku capek, bukan pura2 capek. Bukan hanya karena bikin bolu kukus itu. Jadi makin malas merespon. Malah sempat ketiduran di depan dia. Entah karena ngeh dengan hal itu, dia kemudian pesan makanan dari Pizza Hut. Membagi keuntungan dari order pesanan makanan2 itu. Lalu membiarkan aku tidur dari jam 3-an sampai hampir jam 7 malam.

Yaahh... satu hari lagi lewat deh. At least aku tidak sedepresi beberapa hari terakhir ini sih. Aku masih mikir yang aneh2 tadi pagi. But now I'm feeling a bit better lah. Yah, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Besok itu urusan lain lagi.